
Selamat Lebaran, ya…. Maaf lahir batin. Ada cerita dari Kaka dan Dede nih. Silakan disimak.
Lebaran kali ini adalah Lebaran pertama Kaka-Dede. Lumayan menyenangkan. Ayah ambil cuti. Cuti bunda pun belum habis. Bisa kumpul-kumpul deh.
Minggu 22 Oktober Kaka-Dede pulang ke rumah di Jogja setelah tiga minggu tinggal di rumah eyang di Klaten. Keesokan paginya saat hari pertama Lebaran (Senin, 23 Oktober), ayah pulang pagi-pagi habis Subuh. Perjalanan pagi-pagi dari Semarang ke Jogja saat hari pertama Lebaran mungkin tidak begitu menyenangkan. Mungkin, lho? Bayangin aja. Sementara orang lain sudah bersiap shalat Id, ayah masih di jalan. Lha, bunda dan Kaka-Dede di rumah nungguin ayah sampai rumah.
Setelah menempuh perjalanan selama dua jam lebih dikit, sampailah ayah di Jogja. Tapi gak langsung ke rumah, lho? Kata ayah, saat sampai di Beran, Sleman dah pukul 06.30. Ya, akhirnya shalat Id di Sleman, tepatnya di Lapangan Denggung.
Kenapa di Lapangan Denggung? Bukan lantaran apa-apa. Pasal, mau balik ke rumah waktunya gak cukup. Lagian, jam 06.30 di tempat lain sudah mulai shalat. Dari informasi di sebuah koran yang terbit hari Sabtu (21 Oktober 2006), shalat Id yang dimulai pukul 07.00 hanya ada di tiga tempat, yaitu Lapangan Denggung di Sleman (tempat ayah shalat), Lapangan SMPN 1 Yogyakarta, dan Lapangan Parkir Selatan Melia Purosani. Ada sih tempat lain yang menggelar shalat Id pada jam 07.00, yaitu di Masjid Agung Dr Wahidin Sudiro Husodo, Sleman. Cuman, itu shalatnya hari Selasa, 24 Oktober 2006. Kami kan berlebaran tanggal 23 Oktober, jadi gak ikut shalat di masjid ini dong? (Stt… Kaka-Dede gak ikut shalat Id lho. Eh, maksudnya belum ikut. Kan masih kecil, gitu….)
Hari kedua Lebaran, baru ada tetangga yang dateng ke rumah. Kok? Ya. Soale di kampung Kaka-Dede, Kampung Bener, di daerah Tegalrejo, Jogja, pada ngerayain Lebaran tanggal 24 Oktober. Jadi, saat hari pertama Lebaran (23 Oktober), seharian kami cuman di rumah, gak ke mana-mana. Eh, termasuk gak makan di luar rumah, lho? Ya, ayah bilang menghormati para tetangga yang masih puasa dan baru berlebaran tanggal 24 Oktober. Geto….
Hari ketiga Lebaran (Rabu, 25 Oktober) keluarga dari Moyudan datang bersama eyang buyut. Katanya mo jemput Kaka-Dede. Ya, ayah dan bunda tak bisa berkutik. Akhirnya pukul 11.00 kami meluncur ke Moyudan, Sleman, tempat sodara-sodara dan baru balik ke rumah hari Jumat sore.
Kaka, Dede, ayah, dan bunda menghuni rumah cuman sampai Minggu pagi, 29 Oktober. Tepat pukul 08.00 kami meluncur ke Klaten, balik ke rumah eyang. Sayang, banyak acara yang gak kerekam kamera. Ada beberapa yang sempat kerekam, tapi hasilnya gak memuaskan. Salah satunya adalah foto di atas, foto Kaka-Dede sama ayah.



