26 February 2007

Lagi Kesel


Gimana ya kalo Kaka-Dede lagi kesel? Nah, inilah cerita tentang kaka dan Dede kalo lagi kesel. Lumayan unik lho?

Kalo lagi kesel, kaka biasanya menampar telinganya berkali-kali dari arah belakang ke depan. Selain itu, Kaka biasanya mengusap-usap kedua matanya dengan punggung telapak tangan plus pasang wajah cemberut.

Beda dengan Kaka, Dede mengentakkan kakinya keras-keras sambil memukul perut saat lagi kesel. Namun, tanda ini masih harus ditambah dengan ekspresi wajah yang cemberut. Soale, saat senang Dede juga sering mengentakkan kaki keras-keras sambil memukul perut berkali-kali, namun dengan wajah ceria dan bibir tersenyum. Makanya harus hati-hati sebelum memutuskan apakah Dede lagi kesel atau senang. Mesti lihat dulu ekspresi wajahnya.

Kaka-Dede biasanya kesel pas lagi haus atau ngantuk. Terkadang kalo pas ngerasa sendirian, mereka juga kesel. Jika ngerasa sendirian (gak ada temen) terus menunjukkan tanda-tanda bahwa Kaka-Dede kesel, mesti ada yang nyamperin alias menyapa. Dengan demikian, Kaka-Dede gak jadi kesel deh. Salam....

08 February 2007

Tragedi Januari

Wah, judulnya kok serem amat ya? Tragedi Januari. Mang ada apaan di bulan Januari kok sampai segitunya bikin judul? O, ya. Sebelumnya kami mohon maaf karena blog ini sepi. Bahkan, rekaman kejadian selama bulan Januari pun terpaksa diposting bulan Februari. Banyak hal terjadi di awal tahun ini.



Tanggal 22 Januari, tepatnya Senin siang, Kaka masuk Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta untuk persiapan operasi pada Selasa keesokan harinya. Ya, sebenarnya ayah dan bunda sempat tanya ke dokter saat Kaka lahir perihal operasi ini, namun dokter menyarankan operasi lebih baik dilakukan saat Kaka dah umur lima atau enam bulan aja. Dan hari Selasa, 23 Januari 2007, itulah waktu yang disepakati ayah dan bunda serta dokter setelah seminggu sebelumnya sempat berkonsultasi dengan dokter bedah anak.


Operasi diperkirakan hanya satu jam. Pasal, kata dokter ini hanya operasi kecil. Namun kenyataannya, operasi molor setengah jam. Jam 15.30 Kaka masuk ruang persiapan operasi dan tepat pukul 16.00 Kaka masuk ruang operasi. Jika waktunya tidak molor, berarti tepat pukul 17.00 mestinya Kaka dah keluar dari ruang operasi. Namun, ternyata baru pukul 17.30 kaka keluar dari ruang operasi. Semua berjalan lancar.


Kini Kaka kayak robot. Banyak selang. Di tangan ada selang dan jarum infus. Itu pun masih diapit papan biar gak gerak-gerak. Belum lagi di ”burungnya” ada selang kateter buat pipis. Wah, pokoke ribet.


Malam harinya Kaka rewel. Setiap terbangun pasti menangis. Mungkin karena pengaruh bius dah hilang. Padahal, semalaman hanya bobo sejenak, lantas terbangun. Lantas bobo lagi, lantas bangun lagi. Begitu seterusnya hingga pagi menjelang. Namun keesokan harinya (Rabu, 24 Januari 2007) Kaka dah bisa tersenyum.



Di rumah sakit gak enak banget (siapa lagi yang bilang di rumah sakit enak, kecuali para dokter dan perawat?). Tapi mau tak mau Kaka mesti menjalani masa pemulihan pascaoperasi. Kata dokter, kemungkinan tiga atau empat hari. Dengan demikian, paling telat Sabtu (27 Januari 2007) Kaka dah di rumah lagi, kumpul sama Dede. Eh... ternyata jadwal kepulangan Kaka mundur dan Kaka baru boleh pulang pada Minggu, 28 Januari 2007 pukul 11.30. Itu pun kateter belum boleh dilepas hingga kontrol ke dokter dua minggu kemudian.




Saat Kaka dah balik ke rumah, ayah juga balik ke Semarang buat ngantor. Namun sore harinya ayah dapat kabar dari bunda bahwa Kaka gak mau makan. Dikasih susu juga muntah. Biar ayah gak ikut panik, bunda sempat bilang agar ayah gak usah cemas.


Lewat tengah malam, Kaka masuk rumah sakit lagi. Ya, selain muntah, Kaka panas tinggi. Begitu kata bunda kepada ayah pada Senin, 29 Januari 2007 pukul 00:40. Kaka mesti terbaring lagi di rumah sakit, lagi-lagi dengan infus di tangan.


Keesokan paginya bunda telepon ayah dan bilang gak usah ke Jogja. Soale Kaka dah ditangani dokter. Kata dokter luka bekas operasi Kaka infeksi. Akhirnya ayah dan bunda putuskan biar Kaka tetap di rumah sakit sampai sembuh total, baru dibawa pulang. Setidaknya sampai kateter bisa dilepas. Begitulah keputusan tanggal 29 Januari 2007 pukul 09.30.


Selasa pagi Kaka sudah bebas. Kateter dah dilepas dokter. Kaka juga dah makan roti, meskipun cuman separuh. Sekarang tinggal tunggu kapan diperbolehkan pulang. Begitu kabar dari eyang yang menunggu Kaka hari itu, Selasa, 30 Januari 2007 pada pukul 15.00 kurang dikit.




Dede panas tinggi pada Rabu, 31 Januari 2007 pukul 18:30. setelah dibawa ke dokter dan dikasih resep, keesokan harinya panas Dede dah turun. Ayah bunda lega karena hari itu juga (Kamis, 1 Februari 2007) Kaka diperbolehkan pulang. Kaka juga seneng karena bisa kumpul lagi sama Dede.


Begitulah cerita sepanjang penggal Januari. Sekarang Kaka dan Dede dah di rumah. Namun, saat postingan ini ditulis (Kamis, 8 Februari 2007) Kaka lagi batuk dan pilek. Nanti sore Kaka mo dibawa ke dokter. Doakan Kaka cepet sehat ya
? Terima kasih dan salam....